Sejarah Judi Indonesia Dari Masa Ke Masa

Dunia perjudian di indonesia selalu turun naik layaknya sebuah pasang surut ombak. Tidak bisa di ketahui secara pasti kapan perjudian di indonesia di mulai karena di dalam sejarah perjudian dunia tidak memiliki agenda pasti akan hal ini. Di duga bahwa perjudian telah ada di berbagai negara sejak zaman dahulu bahkan sebelum masehi. Bedanya adalah perjudian di zaman dahulu masih menggunakan konsep yang lebih sederhana dan alat alat kuno di zaman itu.

Cikal Bakal Lahirnya Judi Di Indonesia

Tidak jauh berbeda dengan judi di negara lain, awalnya perjudian tidak lepas dari berkembangnya dunia sihir. Di masa lalu para dukun sering melakukan ramalan akan sebuah peristiwa dengan melemparkan objek objek yang ada seperti tulang maupun batu untuk prediksi masa depan. Tulang yang di lempar inilah yang kemudian menarik minat dan perhatian masyarakat pada waktu itu untuk di mainkan dengan menebak posisi jatuh akan lemparan sebuah objek dan terus di tafsirkan ke objek objek lainnya.

Pertama Kali Tercatat Sejak Masa Kolonial Belanda

Perjudian di indonesia yang benar benar tercatat dalam sejarah adalah sejak masuknya kolonial belanda melalui kamar dagangnya pertamai kali yang di sebut VOC. Masuknya VOC ini juga menarik banyak pedagang dari luar negeri masuk ke dalam indonesia secara individual maupun kelompok baik itu dari eropa maupun asia. Para pedangang yang masuk keĀ  indonesia ini tentunya saling bertukar kultur dan salah satu kultur yang di perkenalkan adalah permainan judi dari eropa maupun asia.

Perlahan namun pasti VOC di kala itu pun memanfaatkan potensi dari perjudian dengan menugaskan para pedangang china ini untuk mengelola perjudian dengan di janjikan akan di bagikan keuntungan kepada mereka. Adalah Souw Beng Kong seorang kapitan dari china yang di berikan tanggung jawab untuk membuka rumah judi dan mengelola bisnis tersebut agar menghasilkan keuntungan.

Alhasil judi kartu, judi sabung ayam, dadu beserta judi lainnya pun di selengarakan dalam rumah judi yang di dalangi VOC ini. Setiap bulannya hasil keuntungan tersebut di ambil untuk membiayai ekspansi dan keuntungannya. Penjudi dari masa itu sebagian besar adalah orang indonesia asli yang bekerja sebagai budak dan para kuli yang sudah ketagihan.

Perjudian Di Jakarta Yang Pernah Di Legalkan

Di masa jabatan gubernur fenomenal Ali Sadikin, perjudian di batavia ini pernah di berikan izin secara resmi dan memberikan pendapatan daerah yang sangat besar dimana pemerintah menarik pajak dari perjudian yang di selenggarakan. Izin perjudian ini di tuangkan pada UU nomor 11 pada tahun 1957 dimana perda di berikan izin untuk mengelola judi dan memungut pajak darinya karena di nilai banyak sekali praktik perjudian yang tersembunyi selama ini.

Izin perjudian ini hanya di berikan kepada orang china dan Yo Put Shong sebagai orang china lagi lagi di tunjuk sebagai orang yang untuk menyelenggarakan judi di jakarta karena memang perjudian sendiri datang dari kultur china. Di masa itu banyak sekali protes yang terjadi atas legalisasi judi yang berlangsung namun hal ini nampaknya tidak di gubris oleh Ali Sadikin dan terus konsisten melegalkan perjudian.

Selama 10 tahun praktek perjudian di legalkan terbukti meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan. Kas pemerintah daerah yang rendah ini meningkat drastis dengan banyak didirikannya fasilitas umum kemajuan jakarta seperti sekolah, rumah sakit, infrastruktur hingga pembangaunan publik lainnya yang masih menyisakan surplus anggaran di kas.

Munculnya PORKAS, KSOB, SDSB

Pasca trend judi jakarta yang di legalkan banyak bermunculan lotere di seluruh tanah air seperti toto koni dan berbagai lotere lainnya yang naik dan turun dalam sebuah rentang waktu tertentu memperlihatkan betapa dinamisnya perkembangan judi di masa pemerintahan Soekarno dan orde baru. Di antara moral bangsa dan pendapatan pajak untuk pembagunan inilah sistem perjudian dari lotera ini terus berganti dan berubah mengalami revisi.

Di tahun 1985 tepatnya pada tanggal 28 Desember kupon PORKAS berhadiah sepak bola mulai beredar berdasarkan acuan undang undang di tahun 1954 yang tidak merusak moral bangsa. Kupon ini berbeda dengan permainan lotere togel yang lebih mengedepankan unsur perjudian dimana PORKAS hanya sebatas menebak hasil laga bola yang di gunakan dananya untuk pembinaan olahraga bola di masa itu.

Kemudian di tahun 1987 PORKAS di gantikan dengan KSOB atau kupon sumbangan olahraga berhadiah yang menggunakan sistem dua kupon yang bisa di beli dimana kupon kedua bisa di gunakan untuk menebak hasil skor sebuah pertandingan. Baik PORKAS dan KSOB memberikan kontribusi bagi pendapatan anggaran yang besar.

Di tahun 1989 SDSB muncul menggantikan KSOB yang terus di protes merusak moral bangsa tepatnya di tanggal 1 januari 1989. SDSB ini terbagi atas dua kupon yaitu kupon utama dengan hadiah 1 milyar dan kupon kedua dengan hadiah 3.6 juta rupiah yang di distribusikan dengan perbandingan 1 : 29 antara kupon utama dengan kupon tambahan.

Namun sekali lagi perjudian mengalami pertentangan yang hebat dari aksi protes mahasiswa sehingga akhirnya di tahun 1994, SDSB secara resmi di berhentikan.